
Ubur-ubur melontarkan proyektil untuk menangkap mangsa dan membela diri. Alat ini berfungsi seperti anak panah ketika ditembakkan. Proyektil itu akan mengeluarkan bisa yang kemudian masuk menusuk daging sasaran.
Dari sekitar 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 10-15 spesies yang dianggap berbahaya bagi nyawa manusia.
Salah satunya adalah ubur-ubur kotak. Spesies ini yang terbesar adalah ubur-ubur kotak Australia atau Chironex fleckeri, yang beratnya bisa mencapai 1 kg. Dengan tentakel sepanjang tiga meter, hewan ini mengeluarkan sengatan yang menyerang otot dan saraf.

“C. Fleckeri telah menyebabkan banyak kematian di Australia. Spesies lain,Chironex mengakibatkan kematian di daerah lain,” kata ahli ubur-ubur Lisa-Ann Gershwin.
Kalau kita berbicara ubur-ubur mana yang sengatannya paling cepat membunuh manusia, jawabannya adalah C. fleckeri.
“C. fleckeri bahkan disebut hewan paling berbisa di dunia,” kata Gershwin. “Korbannya akan mati tegang dalam dua menit setelah disengat. Fleckeri membunuh dengan membuat jantung berhenti berdetak,” tambahnya.
Sejak 1883, sebanyak 68 orang meninggal akibat sengatan hewan ini di perairam Australia.
Nama lain yang muncul ketika membahas ubur-ubur kotak adalah Irukandji.
Kepala ubur-ubur jenis ini tingginya bisa hanya 1cm. Namun, panjang tentakelnya bisa mencapai 100 kali panjang kepalanya. Bisa keluar dari tentakel dan kepala ubur-ubur ini.
Tidak seperti sengatan ubur-ubur lain, gejala sengatan Irukandji tidak langsung muncul. Sindrom Irukandji muncul 20-30 menit setelah disengat. Gejalanya berupa sakit punggung, pusing, keram otot, dan bahkan kemungkinan serangan jantung karena meningkatnya tekanan darah secara ekstrim.
Dibandingkan dengan C. fleckeri, Irukandji lebih sering menyengat manusia. Namun, karena waktu bagi korban untuk memperoleh perawatan medis, lebih panjang, Irukandji secara umum lebih tidak mematikan.
Belakangan, tidak banyak lagi orang yang meninggal karena disengat ubur-ubur. Ini karena semakin intensnya pendidikan terkait ubur-ubur berbahaya, dan pelayanan kesehatan yang terus membaik.
Tetapi jika Anda ingin mengenal hewan penyengat yang membunuh dalam skala besar, mari kita kembali ke darat.
MataRakyatNews.com Informasi Berita Daerah Terbaru
