Sabtu , 31 Juli 2021
Breaking News
Beranda / Berita / Nasional / Tak mau berpisah dengan tas bawaan, jemaah haji masuk X Ray

Tak mau berpisah dengan tas bawaan, jemaah haji masuk X Ray

Jemaah haji Indonesia sebagian besar berasal dari daerah dan belum memiliki pengalaman bepergian jauh, apalagi sampai ke luar negeri. Pengetahuan tentang alat-alat canggih pun sangat minim, apalagi sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar. Sehingga kadang jemaah mengalami kendala saat berada di Tanah Suci.

Seperti yang dialami oleh salah seorang jemaah haji asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat tak mau tas kecil yang dia kalungkan di leher lepas dari badannya. Jemaah tersebut nekat masuk x ray atau alat pemindai untuk mendeteksi barang-barang bawaan yang biasanya terletak di bandara. Kejadian tersebut terjadi di Bandara Abdul Malik bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, saat kedatangan gelombang pertama jemaah haji.

“Ada jemaah dari NTB masuk X Ray. Sampai-sampai petugas yang orang Arab mau marah tidak jadi, malah tertawa,” cerita Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Abdul Djamil saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Kamis (1/9).

Kejadian serupa seperti ini bukan yang pertama. Pada musim haji tahun lalu, ada juga jemaah haji yang masuk x ray. Alasannya sama, dia enggan mencopot tas kecil yang dikalungkan di lehernya. Tas kecil pemberian maskapai tersebut memang penting, karena biasanya di dalamnya berisi dokumen-dokumen penting seperti paspor, uang, atau barang-barang berharga lainnya. Para jemaah haji pun memang diwanti-wanti untuk tetap mengalungkan tas kecil itu di lehernya. Mungkin saking patuhnya, mereka bahkan sampai enggan mencopot tas, hingga bersama tas kecil ikut sama-sama masuk x ray.

Jemaah haji kita tak sedikit juga yang tak paham alat-alat di hotel tempat mereka menginap. Seperti yang juga diceritakan oleh Abdul Djamil. Kamar hotel milik jemaah ada yang kebanjiran, lantaran springkle, atau instalasi untuk memancarkan air jika terjadi kebakaran malah dijadikan tempat untuk tautan tali tambang untuk mencuci pakaian. Kamar hotel pun basah dan penuh dengan semburan air yang keluar dari alat tersebut.

Sehingga, Abdul Djamil pun berpesan kepada para petugas haji untuk tak bosan-bosannya memberikan pengertian kepada para jemaah haji tentang fungsi dan manfaat alat-alat yang ada di hotel.

Kejadian tahun lalu juga menjadi pelajaran bersama. Ada jemaah haji yang memasak di atas kasur di dalam hotel. Api memercik dan akhirnya kebakaran tak terhindarkan. Untung saat itu tidak ada korban jiwa.

Selain dua kasus di atas, masih banyak lagi kisah-kisah jemaah haji yang lucu, miris, atau yang bikin tertawa. Misalnya banyak sekali jemaah haji yang pikun sehingga tingkah polahnya aneh-aneh. Mulai dari ngamuk-ngamuk, lari-lari hingga tak mau mengenakan pakaian ihrom. Untungnya, para petugas haji dengan telaten memandu dan menyadarkan mereka hingga akhirnya masalah-masalah kecil ini bisa teratasi dengan baik.

“Semoga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” imbuh Abdul Djalil.

loading...

Lihat Juga

Kapal RI BIMA SUCI

Batam.07122017 Pelabuhan Batu Ampar telah merapat KRI BIMA SUCI diperkirakan selama 3 hari. Bima suci …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *