Sabtu , 20 Agustus 2022
Breaking News

5 Hektare Tanaman Mangrove di Pariaman Mati Kekeringan

PARIAMAN – Lima hektare tanaman mangrove jenis Rhizophora di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman mati kekeringan, akibat salinitas atau tingkat keasinan yang terjadi secara mendadak usai rob.

Wakil Walikota Genius Umar mengatakan bakau tersebut ditanam Pemko bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar pada 2008. Jumlah tanaman bakau yang ditanam kurang lebih 10.000 batang.

“Awalnya mangrove tersebut mati akibat terjadinya banjir rob atau naiknya permukaan air laut beberapa waktu lalu, perubahan secara mendadak menyebabkannya perlahan-lahan mati kekeringan,” tambah dia.

Ia mengemukakan air laut tersebut awalnya masuk ke dalam kawasan hutan mangrove, namun akibat banjir rob yang terjadi pintu saluran air tertutup sehingga menggenangi kawasan tersebut.

Genangan air tersebuta diperkirakan terjadi selama seminggu. Perubahan secara mendadak dan jenis mangrove sangat mempengaruhi habitat kelangsungannya.

Menyikapi persoalan tersebut pemerintah setempat akan memperbaiki pintu saluran air masuk dan keluar sehingga ke depan tidak terulang kembali.

Sementara itu Kepala Bidang Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, Zainal mengatakan mangrove tersebut merupakan jenis Rhizophora, habitatnya berada di air payau bisa hidup di rawa dan pasir.

“Namun akibat perubahan tingkat salinitas secara mendadak dan dalam kurun waktu yang cukup lama menyebabkannya mati kekeringan,” jelasnya.

loading...

Lihat Juga

Rumored Buzz on Cupid Russian Dating Exposed

Before I will share a dozen non-public messages on this Russian Cupid Evaluate with you, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.