Minggu , 28 Februari 2021
Breaking News
Beranda / Berita / Nasional / Kisah 3 anak Samarinda rogoh kocek sendiri bela timnas U-14

Kisah 3 anak Samarinda rogoh kocek sendiri bela timnas U-14

Rasa bahagia tersirat di wajah 3 anak Samarinda masing-masing M Keanu Haekal (12), Akhmad Zaini (12), dan Alvito Bintang (12). Mereka terpilih memperkuat Indonesia di ajang Borneo Cup di Kinabalu, Malaysia.

Demi membela Indonesia, orangtua mereka harus merogoh kocek sendiri, mengikuti turnamen antarbangsa itu, agar bakat mereka tidak terhenti di tengah keterbatasan dana.

Sabtu (24/9) sore, jarum jam menunjukkan pukul 15.35 WITA. Mengenakan setelan kaos berwarna oranye, ketiga anak Sekolah Sepakbola (SSB) Nahusam Samarinda bertalenta didampingi pelatihnya Yudi Ariyadi, serta koordinator sepakbola anak provinsi Kalimantan Timur Asmaradinata itu, berbagi kabar usai mereka terpilih membela merah putih.

“Senang, sudah jadi cita-cita saya jadi pemain timnas,” kata Alvito, kepada wartawan yang menemuinya, di kawasan angkringan Pan Java, GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

 
Ketiga anak yang masih duduk di bangku kelas VII SMP itu, rencananya terlebih dulu berangkat ke Jakarta, Minggu (25/9) besok, untuk mengikuti pemusatan latihan bersama anak-anak terpilih dari daerah lainnya selama 2 hari. Tanggal 27 September 2016 mendatang, mereka merapat ke Kinabalu, untuk mengikuti turnamen Borneo Cup 2016.

Tidak hanya Indonesia, negara lainnya yang ikut andil dalam turnamen itu adalah Australia, Singapura, Pakistan, India, Filipina, Jepang dan tuan rumah Malaysia. Usai itu, mereka juga bakal kembali membela tim merah putih U-14 mengikuti Singa Cup di medio 7-11 November 2016 mendatang, di Singapura.

“Setelah dari Malaysia di Borneo Cup, tanggal 1 Oktober kembali ke Indonesia dulu. Alhamdulillah, anak-anak kita dari Samarinda, khususnya Samarinda, berangkat wakili Indonesia,” kata Asmaradinata.

Pelatih SSB Nahusam Yudi Hariyadi pun tidak bisa menutupi kebanggaannya, anak asuhnya terpilih melalui seleksi ketat untuk membela timnas.

 
“Saya sangat bangga, mereka wakili Indonesia. Nanti mereka juga akan ikut ke Amsterdam, ikut turnamen di sana, setelah dari Singa Cup nanti. Saya berharap anak-anak usia dini dari Samarinda, tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” ujar Yudi.

Namun sedikit yang menjadi ganjalan, talenta ketiga anak itu masih minim dukungan dana dari pemkot Samarinda. Untuk keberangkatan mereka ke Malaysia, yang rata-rata memerlukan dana tidak kurang Rp 10 juta per anak, orangtua mereka terpaksa mengeluarkan dana sendiri, di samping bantuan seadanya dari sejumlah donatur.

“Untuk Pemkot, tolog bisa peduli lah dengan anak-anak usia dini ini. Di Samarinda ini juga, sangat minim kompetisi. Kita mesti inisiatif, ke luar Samarinda, agar menambah pengalaman anak-anak berbakat ini,” sebut Yudi.

“Keberangkatan mereka ini, mau tidak mau pakai dana pribadi, untuk mengejar impian, menimba pengalaman. Kami sudah layangkan permohonan bantuan berupa proposal ke Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. Responsnya, anggaran defisit, jadi masih menunggu jawaban,” timpal Asmaradinata.

 
“Tentu keinginan kita sebagai pendamping mereka, perhatian pemerintah ini tidak sebatas untuk ini saja, melainkan menjadi target jangka panjang. Banyak SSB di Samarinda, tapi minim perhatian,” ungkap Asmaradinata.

Ketiga anak itu, masing-masing M Keanu Haekal merupakan siswa SMPN 5 Samarinda dan Akhmad Zaini siswa dari SMPN 1 Samarinda berposisi sebagai bek. Sedangkan Alvito, yang juga siswa SMPN 1 Samarinda, merupakan gelandang bertahan.

“Kita baru cukup-cukupkan dana untuk berangkat mereka bertiga saja. Intinya, peran pemerintah untuk tidak lepas tangan terkait pembinaan olahraga usia dini. Di Samarinda, minimnya kompetisi, menjadikan kita harus ke luar Samarinda. Kasihan mereka kalau hanya berlatih dan terus berlatih, tanpa pengalaman kompetisi,” demikian Yudi.

loading...

Lihat Juga

Kapal RI BIMA SUCI

Batam.07122017 Pelabuhan Batu Ampar telah merapat KRI BIMA SUCI diperkirakan selama 3 hari. Bima suci …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *