Sabtu , 16 Oktober 2021
Breaking News
Beranda / Berita / Nasional / Antisipasi Pemadaman Listrik, Pemerintah Siapkan Genset di Balai Kesehatan Haji Arafah

Antisipasi Pemadaman Listrik, Pemerintah Siapkan Genset di Balai Kesehatan Haji Arafah

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, pihaknya akan menyiapkan genset di Balai Kesehatan Haji Arafah.

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, genset perlu disiagakan untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik saat Wukuf di Arafah.

“Atas dasar evaluasi kami pada tahun lalu, ketika terjadi pemadaman listrik di Arafah, tahun ini kami melakukan antisipasi dengan menyediakan genset khususnya untuk memasok listrik yang ada di Balai Kesehatan haji kita,” kata Abdul, melalui keterangan tertulis, Senin (29/8/2016).

Abdul mengatakan, genset sangat diperlukan untuk mesin-mesin pendingin yang berguna bagi perawatan pasien.

Khususnya, pasien yang terkena heatstroke dan pasien yang membutuhkan perawatan dalam ruangan yang dingin.

“Saat terjadi break out dan tidak ada genset pada tahun lalu, itu berakibat cukup fatal. Tahun ini kami antisipasi dengan menyediakan genset untuk memasok listrik manakala terjadi hal yang bersifat darurat,” ujar Abdul.

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat menambahkan, untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah haji Indonesia saat menjalani wukuf di Arafah, tahun ini tenda-tenda jemaah haji akan dilengkapi dengan water fan atau kipas angin yang bisa mengeluarkan air.

Arsyad menyebutkan, tenda-tenda jemaah haji Indonesia rencananya akan dipasang 101 water fan dalam setiap maktab (pemondokan berbentuk tenda di Mina dan Arafah).

Hal ini diharapkan akan dapat memberikan rasa nyaman kepada jemaah mengingat cuaca di Arab Saudi yang sangat panas.

“Jemaah haji Indonesia juga akan mendapatkan air minum 3 x 330 ml (botol) yang akan diberikan pada saat kedatangan di Arafah,” kata Arsyad.

Terkait pergerakan jemaah di Arafah, Arsyad mengatakan, tim transportasi Daker Makkah dan bidang transportasi Muassasah telah melakukan serangkaian pertemuan guna menyiapkan rencana pemberangkatan dari pemondokan menuju Arafah lalu Muzdalifah, Mina, dan kembali ke pemondokan.

“Mereka sudah merencanakan, bahkan sampai pada rencana mana yang akan diberangkatkan terlebih dahulu dan mana yang diakhirkan,” ujar Arsyad.

Selain itu, tambahan layanan lainnya akan diberikan di Muzdalifah, berupa karpet yang diharapkan bisa menjadi alas istirahat bagi jemaah saat bermalam (mabit), meski hanya sebentar.

loading...

Lihat Juga

Kapal RI BIMA SUCI

Batam.07122017 Pelabuhan Batu Ampar telah merapat KRI BIMA SUCI diperkirakan selama 3 hari. Bima suci …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *