Selasa , 22 Juni 2021
Breaking News
Beranda / Berita / Kronologi Pemerkosaan Angkot di TB Simatupang

Kronologi Pemerkosaan Angkot di TB Simatupang

Jakarta, Matarakyatnews.com – Seorang karyawati yang bekerja di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi korban pemerkosaan sopir angkot D-01 jurusan Ciputat-Kebayoran di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6) dini hari. Korban berinisial NA (35) tidak menyadari niat jahat pelaku yang menawarinya tumpangan.

Di Mapolres Metro Jakarta Selatan, NA menceritakan bahwa peristiwa itu bermula ketika ia menunggu angkot sepulang kerja pada Jumat (19/6/2015) sekitar pukul 23.30. Kemudian, muncullah angkot yang dikemudikan oleh DAS (21). Tanpa rasa curiga, NA naik angkot tersebut dan duduk di bangku depan bersama sopir.

Selama perjalanan, DAS sempat mengajak NA mengobrol, dari persoalan pekerjaan hingga keluarga. Saat perjalanan sampai di Lebak Bulus, DAS menawarkan tumpangan kepada NA hingga perempatan Fatmawati.

“Dia bilang alasannya sekalian mau ke tempat temannya. Saya tanya, ‘Yang benar?’ Dia bilang ya. Ya sudah, saya bilang enggak apa-apa,” kata NA.

Sampai ke perempatan Fatmawati, DAS tidak menepati janjinya. Ia kembali membuat alasan lagi untuk mengantar hingga Terminal Kampung Rambutan. NA pun mulai curiga. Kepada pelaku, korban mengatakan tak usah diantar ke sana. Korban mengatakan bahwa dirinya hanya karyawan biasa dan tak sanggup membayar biaya carter. Namun, pelaku berkukuh mengantar hingga Kampung Rambutan. “Udah, Mbak bayar saja seperlunya,” ujar NA menirukan kata pelaku.

Sampai di jalur atas flyover Tanjung Barat, korban meminta kepada pelaku untuk berhenti dan menurunkannya di sana. Korban mengatakan ingin melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan S-15 menuju arah Pasar Rebo. Saat itu, pelaku berpura-pura menuruti kemauan korban.

“Dia bilang mau kencing. Tetapi, dia memepetkan (pintu) mobil ke tembok flyover sehingga saya tidak bisa turun. Karena kalau saya tetap turun, sama saja saya bunuh diri lompat ke bawah (flyover),” ujar NA.

Ketika pelaku buang air kecil, NA berusaha mencari kesempatan untuk keluar dari pintu pengemudi. Namun, pelaku mendadak muncul dari samping pintu.

“Dia sudah nongol dan bilang, ‘Kakak kira saya orang baik? Saya orang jahat.’ Saya teriak, tapi enggak ada yang dengar,” ujar NA.

DAS kemudian memacu angkotnya lagi. Korban kembali memohon agar pelaku untuk menurunkannya di depan Gedung Antam. “Kamu boleh ambil HP, dompet, dan kartu ATM saya, tapi jangan sakiti saya. Saya punya suami dan dua anak,” ujar NA kepada pelaku.

Pelaku tak menggubrisnya. Angkot bernomor polisi B 1403 VTX itu melaju kencang dan memutar di putaran balik arah tak jauh dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sekitar 100 meter setelah berputar, pelaku menepikan mobil di tempat sepi dan melampiaskan nafsu bejatnya.

“Saya sempat mau keluar, tapi kunci pintunya sudah dicabut sama pelaku. Dia juga ancam saya di situ dengan kunci roda. Dia juga ngaku ada pisau di dasbor mobilnya. Saat kejadian itu, saya ngelawan, berontak terus,” ujar NA.

Sampai akhirnya, bunyi suara motor warga yang terdengar dekat membuat pelaku menyudahi perbuatannya. Namun, DAS masih menyekap korban di dalam mobil. Korban kembali meminta pelaku melepasnya. Pelaku melepaskan korban sebelum lampu lalu lintas di kawasan Condet.

Setelah lepas dari pelaku, NA mencari taksi dan melapor ke kantor polisi saat itu juga. Polisi menangkap pelaku pada Sabtu malam di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Kini, pelaku meringkuk di Mapolres Jakarta Selatan. Pelaku diancam Pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. (jn/komp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *