Senin , 2 Agustus 2021
Breaking News
Beranda / Berita / International / Penyerang kampus Afghanistan masih buron

Penyerang kampus Afghanistan masih buron

Tentara Afghanistan menyisir Universitas Amerika di Kabul, untuk memburu kaum militan yang menyerang kampus itu.

Seorang yang disebutkan adalah penjaga kampus, tewas, dan setidaknya 14 terluka, dalam serangan yang dimulai dengan ledakan besar.

Mahasiswa dan para staf yang terperangkap dalam gedung, diyakini selamat, namun para penyerang masih belum tertangkap, sebut berbagai lapaoran.

Belum jelas, berapa jumlah penyerang, dan belum ada kelompok yang mengaku sebagai pelaku.

Polisi menggambarkan serangan yang mulai dilancarkan pukul 19 waktu setempat (20:30 WIB) itu merupakan serangan yang ‘pelik’dan pasukan khusus dikerahkan dan dibantu para penasihat militer AS.

Salah satu yang terperangkap dalam gedung adalah Massoud Hossaini, seorang wartawan foto pemenang Hadiah Pulitzer, yang mencuitkan pengalamannya dan meminta pertolongan.

Ia kemudian berhasil lolos dan mengisahkan serangan itu kepada kantor berita AP, yang disebutkannya terjadi ketika ia berada dalam sebuah ruangan kelas bersama 15 mahasiswa, dan mendadak terdengar ledakan besar.

“Saya kemudian dari jendela apa yang sedang terjadi, dan saya melihat seseorang berpakaian normal di luar. Dia menembak ke arah saya dan menghancurkan kaca,” kata Hossaini.

Ia kemudian terjatuh di atas pecahan kaca, dan tangannya terluka .

Para mahasiswa kemudian membarikade diri di dalam kelas. Hossaini mengatakan sedikitnya dua granat dilemparkan ke dalam kelas itu, melukai sejumlah orang.

Dia dan sekitar sembilan mahasiswa kemudian berhasil melarikan diri ke luar kampus melalui gerbang darurat.

“Ketika kami lari, saya melihat seseorang terbaring dengan muka menghadap tanah, tampaknya dia ditembak dari belakang,” katanya.

Menerangi sekitar

Seorang mahasiswa, Ahmad Mukhtar mengatakan bahwa dia sudah berada sekitar 100m dari gerbang masuk utama universitas dalam perjalanan pulang ketika mendengar ‘enam atau 10’ tembakan dan ledakan ‘keras.’

Ledakan itu begitu terangnya sehingga menerangi daerah sekitarnya untuk sesaat, katanya.

“Saya memanjat dinding setinggi enam meter untuk keluar melarikan diri,” kata Ahmad.

Serangan itu terjadi dua minggu setelah dua staf universitas – warga Amerika dan wrga Australia – diculik oleh orang bersenjata tak dikenal. Keduanya masih belum diketahui keberadaannya.

Universitas itu dibuka pada tahun 2005, adalah sebuah universitas swasta yang memberikan kursus bahasa Inggris, dan program sarjana, serta program persamaan dan kualifikasi keahlian profesional.

Sekarang ini, universitas itu memiliki sekitar 1.700 mahasiswa sebagian adalah orang dewasa yang belajar paruh-waktu dan sudah memiliki pekerjaan.

loading...

Lihat Juga

Audit Bp Kawasan Batam

Kami dari Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia DPC Kota Batam Propinsi Kepulauan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *