Minggu , 1 November 2020
Breaking News
Beranda / Berita Lokal / Tanjung pinang / Membangun Provinsi Kepri dengan Inovasi

Membangun Provinsi Kepri dengan Inovasi

TANJUNGPINANG (HK)- Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri Ing Iskandarsyah mengatakan bahwa untuk membangun Provinsi Kepri sangat dibutuhkan Sumber Daya manusia (SDM) yang mampu memiliki inovasi dan kreatifitas dalam teknologi.
Pasalnya, menurut dia, kebutuhan akan SDM yang mampu menguasai teknologi dan inovasi saat inilah yang dibutuhkan.

hal ini mengingat pesatnya perkembangan dan globalisasi saat ini membuat segala sesuatu pembangunan harus melalui sistem dan teknologi. “Wilayah ini harus dibangun dengan sentuhan teknologi. Apalagi mengingat Kondisi geografis Kepri mengharuskan dikelola dengan sentuhan teknologi agar lebih efisien, murah, dan efektif.

Untuk itu, dibutuhkan SDM yang berkualitas atau melek teknologi,” ujar Iskandarsyah saat menjadi pembicara pada seminar yang bertema “Memanfaatkan Iptek Secara Maksimal Menggunakan Teknologi Untuk Kepentingan Bangsa” di Aula SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Jumat (19/8).

Dikatakan Politisi PKS ini, kondisi Singapura pada 40-50 tahun yang lalu sangat mirip dengan Pelantar I dan Pelantar II di Tanjungpinang sekarang.

Namun kenyataan saat ini negara Singapura telah lahir sebagai negara yang memiliki bangunan pencakar langit, yang megah dan kokoh. Singapura, negara yang bertetangga dengan Kepri itu dibangun dengan sentuhan teknologi. Pemerintah Singapura menggunakan teknologi tinggi untuk membangun negara itu.

“Bagaimana dengan Kepri? Kepri masih lambat mengenal, menggunakan teknologi. Kini saatnya generasi muda bangkit, berinovasi, berkarya menghasilkan teknologi yang dapat membangun Indonesia, khususnya kepri,” ujar Iskandarsyah dihadapan peserta seminar yang dihadiri 150 orang pelajar dan mahasiswa.

Sementar itu, Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kepulauan Riau (BPMD Kepri) Bertha De Jurisal juga mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, saat ini masyarakat harus melek teknologi, dan mampu memanfaatkannya secara positif.

Pemerintah Provinsi Kepri pun telah menyerukan tidak hanya mampu menggunakan teknologi telekomunikasi dan informasi, melainkan berinovasi mengembangkan teknologi tepat guna yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Perlu adanya pengembangan teknologi, tantangan yang harus mampu dijawab oleh generasi muda. Mereka harus mampu berinovasi, melahirkan ide-ide baru menciptakan teknologi yang berguna bagi masyarakat,” kata Bertha.

Untuk itulah, menciptakan generasi muda yang merupakan SDM Kepri yang berkualitas dan mampu mengembangkan teknologi, Bertha mengemukakan agar pelajar dan mahasiswa sebaiknya mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Bagi yang tertarik di bidang teknologi harus mendalami pengetahuan soal itu, dan berani berinovasi. “Kepri membutuhkan pelajar dan mahasiswa yang berani berinovasi, menciptakan teknologi baru yang dapat menambah nilai produk,” jelas Bertha lagi.

Disampaikan Bertha, tahun 2015, dua pelajar asal Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri berhasil menemukan teknologi sederhana, alat pemisah timah. Tahun ini, mereka berhasil juara dua dalam ajang bergengsi di Taiwan.

Bertha juga menampilkan karya Novirman, seorang pelaku usaha kecil dan menengah, yang menjadi juara pertama dalam Teknologi Tepat Guna Kepri tahun 2016. Novirman berhasil menemukan alat pengopek (pengupas) kacang yang sederhana.

Dalam rekaman video tampak alat pengopek kacang bekerja efisien mengupas kulit kacang. Cara konvensional membutuhkan waktu selama 4 hari untuk mengupas 50 kg kacang. Sementara dengan menggunakan alat yang diciptakan Novirman hanya 1 jam 14 menit.

“Novirman menciptakan alat untuk memudahkan kerjaannya, tetapi hasilnya dapat membantu masyarakat, lebih efisien, mudah dan efektif,” ujar Bertha.

Tak hanya, Bertha De Jurisal, menurut narasumber lain Mahmud Hidayaturahmad, mahasiswa fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji yang tahun ini akan diwisuda juga menampilkan karyanya berupa alat pengukur suhu air.

Yang mana, alat tersebut sudah diteliti di berbagai laboratorium dibutuhkan untuk mengembangkan peternakan ikan. “Saya persembahkan hasil penelitian itu untuk kampus, dan dapat dikembangkan untuk kemajuan perikanan di Indonesia, khususnya Kepri,” ujarnya, yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam.

Pada kempatan itu, Mahmud juga menyerukan para generasi muda tidak hanya memanfaatkan media sosial untuk pamer, melainkan sarana komunikasi yang positif dalam pengembangan pengetahuan. “Fasilitas gratis yang tersedia di internet juga seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengunduh berbagai kegiatan yang menambah pengetahuan, memotivasi agar berani berinovasi,” ucap Mahmud.

loading...

Lihat Juga

Tabung Gas Meledak, Inul Vista Terbakar

Tempat karaoke keluarga Inul Vista yang terletak di Jalan Di Panjaitan kilometer Sembilan, Tanjungpinang, terbakar, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *