Jumat , 30 Oktober 2020
Breaking News
Beranda / Berita Lokal / Padang / Ikan Kembali Mati Mendadak di Maninjau, Kerugian Miliaran Rupiah

Ikan Kembali Mati Mendadak di Maninjau, Kerugian Miliaran Rupiah

LUBUK BASUNG – Sebanyak 100 ton ikan milik petani di Danau Maninjau, Agam, mati mendadak akibat keracunan sulfur (tubo belerang) dan angin kencang yang melanda daerah itu sejak Jumat (26/8).

“Ini data yang kita peroleh dari pemilik keramba jaring apung di Sigiran, Linggai, Panta, Sungai Tampang dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Agam, Ermanto di Lubuk Basung, Senin (29/8).

Ikan jenis nila dan majalaya yang mati itu telah siap panen dan tersebar pada ratusan petak keramba jaring apung milik 20 petani.

Akibat kejadian itu, petani mengalami kerugian sekitar Rp1,9 miliar dengan harga ikan di tingkat petani Rp19.000 per kilogram.

Ikan mulai mati mendadak semenjak Jumat (26/8) akibat tubo belerang dan curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda daerah itu semenjak Rabu (24/8).

Kedua peristiwa itu membuat oksigen di air berkurang yang mengakibatkan ikan mati mendadak dalam tempo beberapa jam.

Untuk mengatasi kerugian yang cukup banyak, ia mengimbau kepada petani untuk panen secara dini ikan yang siap panen.

Selain itu, petani juga disarankan mengurangi tebar benih ikan dari 10.000 ekor per petak dengan ukuran 5×5 meter menjadi 2.000 per petak dan mengurangi pemberian pakan. “Ini yang harus dilakukan petani agar mereka tidak mengalami kerugian cukup besar,” katanya.

loading...

Lihat Juga

Harus mudik lebaran 2017

BATAM 22 JUNI 2017 Telaga punggur pelabuhan Roro Asdp H-3 begitu padat antrian sepeda motor,mobil,orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *