Sabtu , 23 Oktober 2021
Breaking News
Beranda / Berita Lokal / Lingga dan karimun / Tebing di Halaman SMKN 2 Rawan Roboh

Tebing di Halaman SMKN 2 Rawan Roboh

LINGGA(HK)-Tebing parit disamping halaman SMKN 2 semakin memprihatinkan rentan roboh. Bila musim hujan, karung berisi pasir sebagai penyangga nyaris hancur. Pantauan dilapangan, sejak musim hujan beberapa hari belakangan, arus air di parit tersebut menggerus bibir tebing yang berkontur tanah. Walau tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa, namun kalau dibiarkan lambat laut akan terjadi roboh hingga halaman sekolah. Kepala sekolah SMKN 2 Lingga Crisma Tiolina, mengatakan kondisi tebing sekolah yang berhadapan langsung dengan halaman sekolah memang kondisinya begitu adanya. “Sudah dari kemarin kondisinya seperti itu, kita sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Pernah dipasang karung berisi pasir, namun kondisinya lihat sendirilah,”ujarnya, Jumat (19/8).

Dikatakannya, awalnya tebing tersebut sudah diukur untuk pemasangan batu miring. Namun sampai sekarang belum terealisasi. “Katanya kemarin akibat defisit dan tertunda. Kita sudah sampai ke Bappeda, ke Disdikpora Lingga dan juga ke Dinas PU,”imbuhnya.

Saat ini pihak sekolah cuma bisa berharap agar bangunan batu miring dapat dipasang. “Apa ada anggaran untuk batu miring. Kita tidak tahu juga,”katanya.

Sebagaimana setiap kali musim hujan turun tebing parit tersebut semakin tergerus. Namun sampai hari ini belum ada pehatian serius pemerintah daerah setempat untuk menngantisipasi agar tebing tersebut tidak roboh. Anehnya, tebing ini pernah di ukur oleh instansi terkait, tapi sampai kini belum ada realisasi dari dinas tersebut.

Menanggapi hal ini, Kasi Pengairan Sumarno, membenarkan akibat defisit pelaksanaaan pembangunan batu miring tersebut tertunda. “Kemarin akibat defisit tertunda. Namun di APBD-P nanti sudah kita masukkan,” katanya.

Dijelaskan, untuk mengantisipasi supaya tebing tidak roboh, maka pelaksanaannya nanti hanya sepanjang halaman sekolah. “Anggarannya tidak seperti rencana awal,”ucapnya. Anggaran untuk pelaksanaannya kata Sumarno, sekitar Rp 300 juta. Namun pada anggaran murni 2016 dianggarkan sekitar 1 M. “Saat ini APBD-P belum disahkan. Kalau disahkan pelaksanaanya sepanjang halaman dan pekarangan sekolah saja,”imbuhnya.

loading...

Lihat Juga

BC Gagalkan Penyelundupan Ribuan Batang Kayu Teki ke Malaysia

Kapal patroli BC 9004 dari Kanwil Khsusus Direktorat Jenderal bea dan Cukai (DJBC) Kepri di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *